loading...

5 Pahlawan Perang Yang Disia-siakan Bangsanya Sendiri

Berulang kali sejarah telah membuktikan bahwa hidup ini terkadang tidak adil dan hal ini berlaku pula bagi para pahlawan perang yang telah berjasa besar bagi negaranya masing-masing. Kita semua pasti berpendapat bahwa semua pahlawan perang seharusnya diberi medali kehormatan oleh negaranya karena jasanya, tetapi pada kenyataannya tidak semua mendapatkannya.
Yang lebih menyakitkan lagi, beberapa di antara mereka bahkan harus menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara. Birokrasi yang buruk, intrik politik, bahkan rasisme menjadi penyebab para pahlawan ini tidak mendapatkan penghargaan yang seharusnya dia dapatkan. Siapa saja mereka? Berikut daftar 5 pahlawan perang yang disia-siakan bangsa dan negaranya sendiri versi mbakbro.com :

1. Tariq bin Ziyad, penakluk Andalusia

Tariq bin Ziyad
Sebagai seorang bekas budak belian, Tariq membuktikan dirinya sebagai pahlawan besar setelah berhasil memimpin pasukannya menaklukkan Andalusia (kini Spanyol dan Portugal). Hingga kini namanya diabadikan menjadi nama sebuah daerah pegunungan Jabal Tariq (Gibraltar) karena keberaniannya. Pada tahun 711 (kira-kira 100 tahun setelah Nabi Muhammad menyebarkan Islam), pasukan Tariq mendarat di pantai selatan Spanyol. Untuk memompa semangat pasukannya, Tariq membakar semua perahu yang mengangkut mereka dan mulai menyerang. Sebuah tindakan heroik yang terbukti mampu mengalahkan raja Roderick.
Selama beberapa tahun kemudian Tariq menguasai Andalusia dan mengembangkan Islam di sana hingga menjadi zaman keemasan Islam di Eropa. Namun ada satu masalah yang membelit Tariq, penyerangan ke Andalusia tidaklah seijin penguasa Bani Umayyah yang kala itu menjadi khalifah melainkan hanya atas perintah Gubernur Afrika Utara saat itu, Musa bin Nusayr. Tariq dan Musa kemudian dipanggil ke ibu kota kekhalifahan Umayyah di Damaskus. Setelah menempuh perjalanan darat selama dua tahun, tidak peduli segemilang apa jasa-jasa Tariq dan Musa, keduanya dituduh makar. Musa meninggal dunia di penjara sementara Tariq dilucuti jabatannya dan kembali hidup sebagai orang biasa.

2. Witold Pilecki, hukuman mati bagi pahlawan

Witold Pilecki
Anda tentu pernah mendengar kamp konsentrasi legendaris Nazi “Auschwitz” bukan? Kamp konsentrasi ini memang merupakan yang paling mematikan saat pendudukan Nazi di Polandia. Jika mendengar namanya saja sudah membuat bulu kuduk merinding, apalagi harus menjadi tawanan di sana. Tetapi itulah yang dilakukan oleh Witold Pilecki, seorang tentara perlawanan Polandia saat melawan Nazi. Pilecki dengan sengaja “tertangkap” agar bisa menyelidiki kamp konsentrasi ini dari dalam. Setelah selama dua setengah tahun menjadi tawanan di sana dan dirasa cukup informasi yang berhasil dia dapat, Pilecki melarikan diri dari sana untuk berjuang kembali dan sekali lagi dengan sengaja “masuk” ke kamp konsentrasi lain.
Setelah pasukan Nazi berhasil dikalahkan, sayangnya Polandia kemudian menjadi sekutu Rusia dan memutuskan berhaluan sosialis komunis. Sesuatu yang tidak disukai oleh Pilecki seperti dia juga tidak menyukai paham fasisme Nazi. Karena perlawanannya pada rezim sosialis inilah kemudian dia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Baru setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 90-an, nama Pilecki kemudian direhabilitasi dan diabadikan sebagai sebuah nama jalan di Polandia.

3. Richard Marcinko, Rambo dunia nyata

Richard Marcinko
Jika Anda penasaran siapa yang mengilhami karakter John Rambo dalam film Rambo, maka Richard Marcinko inilah orangnya. Karena keberaniannya dalam perang Vietnam (meskipun akhirnya Amerika harus kalah), Marcinko diperintahkan untuk menjadi komandan unit taktis “Red Cell”. Sebuah unit yang bertugas berkeliling dunia menyatroni basis-basis militer Amerika untuk menguji tingkat keamanannya. Uniknya, unit Marcinko ini tidak main-main dalam menjalankan tugas, mereka berhasil menyabotase dan menculik beberapa perwira tinggi tentara Amerika di basis militer mereka sendiri. Salah seorang admiral bahkan pernah diculiknya sebanyak dua kali.
Sayangnya kehebatan unit pimpinan Marcinko ini tidak bertahan lama. Merasa malu karena “diculik” anak buahnya sendiri, para perwira tinggi tersebut kemudian mencari-cari kesalahan Marcinko hingga FBI menahannya dan Marcinko dihukum penjara selama satu tahun. Di dalam penjara inilah dia menulis buku otobiografi yang kemudian menjadi bestseller, “Rogue Warrior”, yang akhirnya menjadi inspirasi Game Xbox berjudul sama.

4. Yue Fei, pahlawan bertato

Yue Fei
Awal tahun 1100-an, pasukan Manchu berhasil mengalahkan kekaisaran Song di China. Kaisar dan keluarganya berhasil ditawan sementara sebagian lain anggota istana melarikan diri ke selatan. Untungnya mereka mempunyai seorang Jenderal bernama Yue Fei, yang mampu membalikkan keadaan. Hanya dalam waktu singkat, Yue Fei berhasil menghalau pasukan Manchu dan jika tidak ada sesuatu yang menghalang dipastikan dalam waktu dekat akan berhasil membebaskan Kaisar dan keluarganya.
Hanya saja kehebatan Jenderal Yue Fei dan pasukannya ini tidak sejalan dengan apa yang ada dalam pikiran raja muda Gaozong, yang menduduki kursi kekaisaran sementara. Dengan licik Gaozong kemudian memfitnah Yue Fei melakukan pemberontakan dan memerintahkan untuk menangkapnya. Yue Fei pun menyerah tanpa melakukan perlawanan karena merasa dirinya tidak bersalah. Saat masih di dalam penjara sebelum menjalani persidangan, Yue Fei ditemukan mati terbunuh. Di punggungnya tertulis tattoo, “Melayani negara dengan kesetiaan”.

5. Pasukan Jenderal De Gaulle, disingkirkan kesombongan

pasukan Jenderal De Gaulle
Setelah Perancis kalah dari Jerman di Perang Dunia ke-II, salah satu masalah mendasar bagi pasukan perlawanan Perancis adalah keengganan warga Perancis untuk bergabung. Karena itulah Jenderal De Gaulle kemudian mempunyai ide brilian untuk merekrut tentara dari negara-negara koloni Perancis di Afrika. Pasukan campuran dari berbagai ras Afrika, Arab, Tahiti dan Eropa ini terbukti sukses besar. Hanya tinggal menunggu waktu mereka akan kembali menguasai Paris.
Saat mengepung ibukota Perancis itulah bergabung pasukan sekutu, Amerika dan Inggris yang sama-sama menjadi musuh Jerman. Perlu diingat, saat itu adalah suatu masa dimana rasisme masih menjadi masalah besar di ketentaraan. Karena itu agar tetap mendapat dukungan sekutu, Jenderal De Gaulle kemudian membubarkan pasukan ‘pelangi’-nya untuk memuaskan kesombongan tentara sekutu. Hingga sekarang mantan pasukan Jenderal De Gaulle ini tidak mendapatkan pensiun yang menjadi haknya, bahkan keterlibatan mereka dalam melawan Jerman pun berusaha dihapus dari sejarah.


Bagaimana menurut pendapat Anda? Silahkan tulis komentar Anda pada kolom di bawah. Terimakasih.

Baca juga :


Silahkan mengcopy isi artikel di blog ini tetapi harus disertakan link sumber (aktif). Apabila Admin menemukan konten yang tidak menyertakan link sumber (aktif), Admin akan mengirimkan DMCA Complaint ke pihak Google.
Anda tentu tidak mau website atau blog Anda kena deindex bukan?

0 Response to "5 Pahlawan Perang Yang Disia-siakan Bangsanya Sendiri"

Post a Comment

Hargai pendapat orang lain agar orang mau menghargai pendapat Anda. Komentar spam, irrelevant link dan junk otomatis dihapus.