loading...

5 Produk Sehari-hari Hasil Perbudakan Anak

Kita semua tentu suka barang bagus dengan harga murah. Tetapi pernahkah Anda bertanya kenapa barang sebagus itu harganya begitu murah? Atau apakah perusahaan masih bisa mendapat keuntungan dengan harga semurah itu? Sayangnya barang bagus dengan harga murah berbanding lurus dengan moral dan etika perusahaan dalam berbisnis yang rendah.
Hal yang akan lebih sulit kita terima adalah bahwa produk-produk tersebut merupakan hasil karya sebuah negara korup dengan praktek perbudakan anak dan hukuman sadis yang akan membuat perut kita terasa mual. Namun demikian, karena produk-produk tersebut begitu umum dijumpai dan mempunyai permintaan pasar yang tinggi menjadi sangat sulit untuk menghentikan praktek-praktek kekejaman ini. Berikut daftar 5 produk sehari-hari hasil dari perbudakan anak versi mbakbro.com :

1. Cokelat

Ingat anak ini ketika Anda mengkonsumsi produk Nestle
Ingat anak ini ketika Anda mengkonsumsi produk Nestle
Sebenarnya sangat sedih mengetahui fakta bahwa cokelat termasuk salah satu diantara produk-produk kekejaman ini karena siapa yang tidak suka cokelat? Tetapi faktanya negara nomor satu penghasil cokelat adalah Pantai Gading, dan sayangnya negara itu juga merupakan lokasi perbudakan anak paling sadis dimana anak-anak dibawah usia 10 tahun dipaksa bekerja memanggul karung-karung biji cokelat di punggung mereka.
Anak-anak ini tidaklah bekerja di sana dengan sukarela karena sebagian besar dari mereka dipaksa bekerja oleh orangtua mereka sedangkan sebagian lagi merupakan korban sindikat penculikan anak. Industri perkebunan cokelat di Pantai Gading dimana perusahaan besar seperti Nestle tercatat menjadi importir utama hasil produksi mereka, telah menyebabkan ratusan ribu anak di sana kehilangan masa kecil mereka. Jadi, lain kali ketika Anda menggigit sepotong chocolate bar, coba bayangkan sejenak dari mana cokelat itu berasal. (sumber)

2. Karet

Dari tangan anak ini ban Bridgestone Anda berawal
Dari tangan anak ini ban Bridgestone Anda berawal
Liberia telah lama menjadi produsen utama karet, tetapi ada alasannya kenapa produk karet dari sana bisa menjadi begitu murah. Sejak tahun 2006, para mantan serdadu yang dulu berperang dalam perang saudara Liberia menjadi pemilik dari perkebunan dan pabrik karet dan menggunakan tawanan perang serta anak-anak untuk kerja paksa.
Kondisi kerja yang dijalani mereka sangat memprihatinkan. Gaji mereka sangat minim bahkan hanya cukup untuk makan dua kali sehari dengan jam kerja mulai matahari terbit hingga tenggelam serta selalu dalam pengawasan petugas keamanan bersenjatakan senapan. Produsen ban terkenal Firestone yang mempunyai merek ban Bridgestone adalah salah satu importir karet utama dari Liberia. Jadi jika mobil Anda memakai ban Bridgestone maka Anda harus sadar bahwa dalam ban tersebut terdapat bekas tangan berdarah para korban perbudakan anak. (sumber)

3. Berlian

pernahkah para sosialita kolektor berlian menoleh pada mereka?
pernahkah para sosialita kolektor berlian menoleh pada mereka?
Sebuah fakta ironis bahwa berlian yang merupakan barang mewah diproduksi oleh para pekerja paksa di negara-negara miskin di Afrika. Negara-negara tersebut adalah Sierra Leone, Kongo, Angola, Ghana, Namibia, South Africa, dan Botswana. Anak-anak harus menggali selama 10 jam sehari dan 6 hari per minggu dengan kondisi kerja yang sangat tidak manusiawi serta ancaman potong tangan bila ketahuan menyembunyikan berlian temuan.
Jika Anda pernah menonton film Leonardo DiCaprio, ‘Blood Diamond’, tentu Anda telah mendapat gambaran betapa korup bisnis pertambangan berlian di sana. Pertambangan mana menggunakan sebagian besar pekerja paksa anak-anak yang bekerja dibawah pengawasan ketat penjaga bersenapan. Tetapi meskipun menyedihkan mbakbro sangsi kalau para tante kaya kolektor berlian akan peduli dengan hal ini. (sumber)

4. Kopi

kalau melihat mereka, mending minum kopi lokal saja
kalau melihat mereka, mending minum kopi lokal saja
Kopi adalah salah satu produk paling banyak dijumpai yang menggunakan tenaga korban perbudakan anak. Saat ini ada 13 negara yang diketahui masih mempraktekkan hal ini, termasuk Kenya, Kolombia, Pantai Gading, Republik Dominika, Guatemala, Guinea, Honduras, dan lain-lain. Para pekerja anak di negara-negara ini digaji jauh dibawah upah minimum setempat. Padahal resiko kecelakaan kerja di perkebunan tentu saja jauh lebih besar daripada orang dewasa.
Di Kenya, 60% pekerja di perkebunan kopi adalah anak-anak yang digaji sekitar $12 per bulan, sementara upah minimum orang dewasa dengan masa kerja yang sama adalah empat kali lipatnya. Para pengusaha perkebunan kecil tentu saja tidak mampu bersaing karena harga jual biji kopi mereka lebih murah semata-mata karena mereka menggunakan para pekerja paksa anak-anak. (sumber)

5. Tembakau

untung mbakbro bukan pembeli Marlboro
untung mbakbro bukan pembeli Marlboro
Di Kazakhstan, tidaklah aneh jika Anda mendengar satu keluarga termasuk anak-anak yang bekerja dengan upah sangat minim dengan waktu kerja 13 jam sehari. Banyak pihak menuduh perusahaan produsen merek rokok terkenal, Marlboro, adalah importir utama tembakau Kazakhstan. Tidak hanya di Kazakhstan, perkebunan tembakau yang juga menggunakan pekerja paksa anak-anak diduga juga terdapat di Argentina, Brazil, Kenya, Uganda, Meksiko, dan lain-lain.
Para pekerja perkebunan tembakau di Kazakhstan rata-rata terjerat hutang rentenir karena kemiskinan hingga harus bekerja di perkebunan tersebut bersama seluruh keluarganya hingga hutangnya lunas, tetapi seringkali hutang itu terus berbunga hingga tidak akan mampu dibayar seumur hidup. Hal inilah yang menjadikan mereka terjerumus dalam lingkaran setan dimana bayi yang baru lahir harus menanggung beban hutang orangtuanya dan kelak akan diwariskan kepada anak cucunya. (sumber)
Baca juga : 5 kasus balas dendam karyawan IT paling jahat dan 5 perusahaan paling jahat di dunia

Silahkan mengcopy isi artikel di blog ini tetapi harus disertakan link sumber (aktif). Apabila Admin menemukan konten yang tidak menyertakan link sumber (aktif), Admin akan mengirimkan DMCA Complaint ke pihak Google.
Anda tentu tidak mau website atau blog Anda kena deindex bukan?

0 Response to "5 Produk Sehari-hari Hasil Perbudakan Anak"

Post a Comment

Hargai pendapat orang lain agar orang mau menghargai pendapat Anda. Komentar spam, irrelevant link dan junk otomatis dihapus.