loading...

Daftar 10 Peristiwa Bunuh Diri Massal Paling Bersejarah (Bagian 1)

Cerita-cerita fiksi di film tentang peristiwa bunuh diri massal, seperti di film horror Suicide Club (2002), atau film The Astrologer (1975) dan film A Charming Mass Suicide (2000), ternyata juga terjadi di dunia nyata. Sebagian dari peristiwa itu terjadi karena kalah perang atau motif politis lain, sebagian lagi karena terpengaruh aliran sesat. Berikut daftarnya :

1. Seppuku atau Harakiri 47 Ronin (Jepang)

kuburan 47 ronin
kuburan 47 ronin
Tindakan seppuku atau harakiri (dalam bahasa Jepang berarti “memotong perut”) adalah tindakan membunuh diri demi kehormatan. Tindakan ini umum dilakukan oleh para samurai di Jepang sebagai bagian dari Bushido, kode etik samurai, yaitu menjaga loyalitas dan kehormatan sampai mati. Para samurai akan memilih untuk melakukan harakiri daripada menanggung malu karena kalah perang.
Kisah seppuku paling terkenal terjadi pada tahun 1703, dilakukan oleh 47 ronin (samurai tak bertuan), setelah membalas dendam atas kematian tuannya. Meskipun balas dendam itu berhasil dengan baik, namun karena mereka telah melakukan kejahatan pembunuhan, mereka harus melakukan seppuku. Hanya satu orang diantara mereka yang mendapat pengampunan karena usianya masih muda. Kisah ini diabadikan dalam film berjudul 47 Ronin (2013) dibintangi oleh Keanu Reeves.
Pada jaman modern, seppuku banyak dilakukan setelah kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, para tentara dan rakyat sipil lebih memilih melakukan seppuku massal di tempat umum daripada menyerah.

2. Ordo Kuil Matahari (Swiss dan Kanada)

korban ordo kuil matahari
korban bunuh diri ordo kuil matahari
Ordo kuil matahari didirikan oleh Joseph Di Mambro dan Luc Jouret pada tahun 1984 in Jenewa, Swiss. Sekte rahasia ini berkeyakinan akan kedatangan kembali Yesus, dan bertujuan menyatukan agama Kristen dan Islam. Selama bertahun-tahun, aliran sesat yang juga beroperasi di Kanada ini diduga bertanggung jawab atas berbagai pembunuhan dan kasus bunuh diri, termasuk pembunuhan seorang bayi berusia 3 tahun di Kanada. Pembunuhan itu dilakukan pada tahun 1994 dalam sebuah upacara pengorbanan karena menganggap si bayi adalah Anti-Christ. Pada bulan Oktober tahun yang sama, 48 orang anggotanya ditemukan tewas di sebuah chapel bawah tanah dalam sebuah upacara bunuh diri massal.

3. Tarian Zalongo (Yunani)

monumen peristiwa Dance of Zalongo
monumen peristiwa Dance of Zalongo
Peristiwa bunuh diri massal ini terjadi pada tahun 1803 di Souli, Yunani, ketika para pengungsi Yunani dan Albania terkepung di sebuah bukit dekat desa Zalongo sementara tentara Ottoman dari Turki semakin mendekat. Daripada menjadi tawanan dan budak, para wanita Souli memilih untuk terjun dari atas bukit bersama dengan anak-anak mereka, sembari menyanyi dan menari. Di bukit tempat bunuh diri massal ini terjadi, sekarang dibangun monumen untuk mengenang peristiwa itu.
Lagu yang dinyanyikan para wanita itu sampai sekarang menjadi terkenal di Yunani dan disebut “Dance of Zalongo”, berikut lirik lagu tersebut dalam versi bahasa inggris :

Farewell poor world, Farewell sweet life,
and you, my poor country, Farewell forever
Farewell springs, Valleys, mountains and hills
Farewell springs, And you, women of Souli
The fish cannot live on the land, Nor the flower on the sand
And the women of Souli, Cannot live without freedom
Farewell springs ...
The women of Souli, Have not only learnt how to survive
They also know how to die, Not to tolerate slavery
Farewell springs …

4. Sekte Restorasi 10 Firman Tuhan (Uganda)

korban Sekte Restorasi 10 Firman Tuhan
korban Sekte Restorasi 10 Firman Tuhan
Sekte ini didirikan pada tahun 1980 oleh Credonia Mwerinde, Joseph Kibweteere dan Bee Tait di Uganda, setelah mereka mengaku melihat penampakan Bunda Maria. Sekte ini melarang anggotanya untuk terlalu banyak berbicara dan melakukan hubungan seks, serta mengharuskan puasa dua kali dalam seminggu. Selain itu disarankan agar setiap hari mereka melakukan pengakuan dosa, menjual semua harta benda dan melarang anggotanya bekerja. Semua ini dilakukan agar mereka terhindar dari dosa, karena menganggap kiamat sudah dekat. Ketika hari kiamat yang dijanjikan ternyata tidak terbukti, para anggota mulai mempertanyakan otoritas ketua sekte, sehingga diumumkan hari “kiamat” yang kedua, yaitu tanggal 17 Maret 2000. Pada saat itulah seluruh anggota sekte dikumpulkan di dalam gereja dan diadakan pesta, 3 ekor sapi disembelih sebagai hidangan beserta 70 krat minuman. Para tetangga kemudian mendengar suara ledakan diikuti kobaran api dari dalam gereja, sementara pintu dan jendela terkunci dari dalam. Sebanyak 530 orang termasuk diantaranya anak-anak menjadi korban dalam bunuh diri massal itu.
Selain di gereja tersebut, beberapa hari kemudian ditemukan korban-korban lain pengikut aliran sesat tersebut, diantaranya 6 mayat di Kanungu, 153 mayat di Buhunage, 155 mayat di Rugazi, serta 81 mayat di ladang sang pemimpin sekte. Semuanya meninggal akibat meminum racun.

5. People’s Temple Jonestown (Guyana)

korban bunuh diri People's Temple
korban bunuh diri People's Temple
Sekte ini awalnya didirikan oleh Jim Jones di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, pada pertengahan 1950-an. Namun karena masalah rasisme dan pandangan komunis sosialis yang diajarkan dalam sekte ini, akhirnya seluruh anggota sekte memutuskan hijrah ke Jonestown, Guyana. Keputusan memilih Guyana ini hanya semata-mata karena persamaan idealisme.
Di markas barunya ini, Jim Jones yang mengangkat dirinya sebagai sang juru selamat, menerapkan peraturan ketat bagi para anggotanya. Siapa yang melanggar peraturan, dihukum dalam sebuah lubang penyiksaan. Jones juga boleh berhubungan seks dengan semua anggota wanita, bahkan anak-anak yang diinginkannya. Termasuk wanita yang masih bersuami.
Karena itulah mulai terjadi pembangkangan dari sebagian anggota, dan hal ini menyulut terjadinya serangkaian pembunuhan terhadap para pembangkang. Salah satu korban pembunuhan ini adalah Senator Leo Ryan dari California, yang menyelidiki hilangnya beberapa anggota sekte.
Karena merasa takut akan pembalasan dari pemerintah Amerika, pada tahun 1978 Jones mengajak anggota sekte untuk melakukan pengorbanan terakhir untuk mencapai surga, yaitu dengan menenggak racun sianida. Sebanyak 909 orang tewas dalam peristiwa bunuh diri massal itu.

Bersambung ke Daftar 10 Peristiwa Bunuh Diri Massal Paling Bersejarah (Bagian 2)

Silahkan mengcopy isi artikel di blog ini tetapi harus disertakan link sumber (aktif). Apabila Admin menemukan konten yang tidak menyertakan link sumber (aktif), Admin akan mengirimkan DMCA Complaint ke pihak Google.
Anda tentu tidak mau website atau blog Anda kena deindex bukan?

0 Response to "Daftar 10 Peristiwa Bunuh Diri Massal Paling Bersejarah (Bagian 1)"

Post a Comment

Hargai pendapat orang lain agar orang mau menghargai pendapat Anda. Komentar spam, irrelevant link dan junk otomatis dihapus.